Selasa, 28 Mei 2013

Galau Tingkat Tujuh!





Suasana hatiku akhir-akhir ini sangat kacau. Galau bukan main. Aku bahkan tidak bersemangat untuk hal apapun. Liburan beberapa pekan ini kuhabiskan di rumah saja. Dan tebak kegiatan positif apa yang kulakukan di rumah? NOTHING. Aku menyia-nyiakan waktuku yang sangat berharga cuma buat baca novel di wattpad, tidur-tiduran, makan, nonton, aihhhh... benar-benar nol besar! Entahlah, sejak pindah ke divisi yang sekarang, rasanya Sabtu dan Minggu adalah hari-hari surga. Bener lho, 5 hari full di kantor sukses membuat kepalaku senut-senut gak karuan. Belum lagi deadline tugas yang serba mendadak, bikin jantungku kerap ber- 'jumping' ria. So, wajar saja jika aku memutuskan bersantai sejenak. Nah, yang jadi masalahnya adalah aku menjadi ’sangat terbiasa’ bersantai. Awalnya, niatku ’mendekam di rumah’ punya tujuan positif kok. Aku malas hang out bareng teman-teman yang nggak jelas tujuannya, malas menghabiskan uang untuk foya kesana sini, malas keluar rumah begitu jauh hanya sekedar ngumpul dan menggosip ria ini dan itu. Asal tau aja ya, pembicaraan wanita single pasti nggak jauh dari pernikahan, kriteria cowok ideal, dll. Kriteria ini biasanya menurun seiring kenaikan usia, lho. Hahaha... Bukan itu aja sih, terkadang kita juga saling curcol tentang betapa bosannya di kantor, betapa menjengkelkannya atasan, betapa keriputnya wajah, hehe... Yah, biasalah.. Standar hidup orang menengah emang selalu penuh dengan keluhan. So, aku pikir itu bukan sesuatu yang positif untuk dilanjutkan. Aku lelah. Pengen istirahat. Maka, aku pun memutuskan bertapa di rumah. Hehe...

Well, sebenarnya aku bukan tipe wanita kalem. Aku aktif dan nggak bisa diam. Malah beberapa teman mencurigaiku terkena sindrom hyperactive lanjutan. Hehe... Jadi, jujur aja nih ya, keputusan diam di rumah tuh beraaaat banget. Tapi apa boleh baut lah, demi hidup yang lebih baik! (Ceile... lagaknya..). Mulanya aku cukup puas dengan ’home action’ - ku. Dari Sabtu sampai Minggu, ada aja yang bisa kulakukan. Mulai dari mencuci pakaian yang menumpuk seminggu, menyetrika, beres-beres kamar, baca buku, sampe menghafal Al Qur'an. Hanya saja, catet nih ya, kebiasaan itu cuma bertahan 2 minggu, saudara-saudara...! Karena minggu-minggu berikutnya kerjaanku cuma tidur-tiduran, nonton, makan, percis kayak kebo buntang! (buntang = ???, sengaja pake istilah Sibolga, biar pada kagak ngerti. Agak sarkas soalnya.. hehe).         

So, ide untuk menjauhkan diri dari dunia luar sepertinya kurang tepat. Kekhawatiran karena takut dunia luar sana akan mempengaruhi kualitas imanku, mungkin berlebihan. Ada saja sebenarnya di luar sana yang bisa meniupkan semangat baru buat kita, tinggal kita saja yang harus cerdas memilih dan memilah. Nah, untuk yang satu ini kita benar-benar butuh bantuan Allah SWT. Agar kita bisa melihat mana yang positif dan mana yang negatif buat kita. Hmm, mulai sekarang aku harus menyibukkan diri kembali. Bagaimana pun refreshing itu perlu! Tapi refreshing tak boleh me-ninabobokan semangat kita! Pokoknya yang positif bagi hati dan pikiran kita lah. Misalnya, hang-out bareng teman-teman yang bergerak di bidang kegiatan-kegiatan sosial. Insya Allah deh  kegiatan seperti itu bakal berbuah pahala! Oh ya, mungkin liburanku juga bisa dipakai untuk mengajar tahsin di mesjid dekat tempat tinggalku. Wah, memikirkannya saja sudah membuat semangatku meroket kembali. Hehe, lebay mode on...

Aku punya prinsip. Bagiku, hidup bukan untuk diri sendiri. Hidup kita juga harus dibagi untuk orang lain. Caranya? Tentu saja dengan menebar kebaikan bagi orang-orang sekeliling kita. Jika hati sudah galau, bagaimana mungkin kita kepikiran orang lain? So, mari kita teriakkan bersama, GALAU TINGKAT TUJUH, PERGILAH KAU....!!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar