Saudaraku,
Kelumit kehidupan ini terlalu banyak menyita waktu kita. Beragam masalah
dalam jenak hari-hari kita serasa tak pernah berhenti. Pikiran dan hati kita
sibuk mengurusi persoalan duniawi. Sholat pun tertunaikan begitu saja. Hari
terlewati tanpa ada tilawah. Bahkan tak ada sisa waktu untuk sejenak
bermuhasabah. Hati kita tak fokus lagi padaNya.
Saudaraku,
Tidakkah hati kita rindu merasakan getaran cinta saat menyebut asma Allah
yang indah? Tidakkah kita rindu menikmati saat-saat berdua saja dengan Allah?
Tidakkah kita rindu menangis di hadapanNya? Ataukah kesibukan dunia telah
membuat kita lupa akan segala kerinduan itu?
Saudaraku,
Jangan sampai karena kelalaian kita, Allah SWT tak lagi mengenali kita. Jangan
sampai Allah kemudian mengabaikan kita dan berpaling pada hamba-hambaNya yang
lain. Sadarlah, kitalah yang membutuhkan Allah. Bahkan sangat membutuhkanNya.
Bukan untuk akhirat kita saja, tapi juga untuk duniawi kita. Beriman atau tidak
berimannya kita bukanlah sebuah kerugian bagi Allah. Kitalah yang justru begitu bergantung pada kemurahanNya.
Saudaraku,
Cintailah Allah meski dengan segala keterbatasan kita. Jangan jadikan
keterbatasan itu sebagai alasan untuk menghindar dari kewajiban-kewajiban kita
padaNya. Allah tidak meminta kita sholat sepanjang waktu. Allah tidak menyuruh
kita berpuasa setiap hari. Allah pun tak pernah memaksa kita beribadah di luar
batas kesanggupan kita, meskipun Dia berhak atas seluruh waktu kita. Itu tak
lain saudaraku, karena sifat Maha Pemurahnya Allah. Ya, begitu pemurahnya Allah
hingga Dia selalu saja memaklumi kesalahan-kesalahan kita. Bahkan tak pernah
berhenti memberi lembaran baru bagi kita untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan itu.
Maka, marilah saudaraku.. Tunjukkan cinta kita pada Allah. Cintailah Allah
dengan apa adanya kita. Mulailah dengan mentaatiNya. Mulailah dengan
melibatkanNya dalam segala aktivitas kita. Tidak perlu memaksakan diri tapi
jangan pula melemahkan diri. Allah SWT tahu apa yang tersembunyi di dalam hati…
Saudaraku,
Jika saat ini kita merasa jauh dari Allah, maka mendekatlah. Pulanglah
padaNya. Akui dosa-dosa kita, kelalaian kita. Menangislah karena selama ini
kita telah membuat jarak denganNya. Wahai saudaraku, bukanlah sifat Allah tidak
mengampuni hamba-hambaNya yang bertaubat dan juga bukan sifatNya tidak
mengabulkan doa hambaNya yang meminta. Sungguh, Dia Maha Baik. Begitu Baik.
Saudaraku,
Mari berdoa, agar dunia yang sesaat ini tidak membuat kita lupa pada Allah.
Agar jiwa kita selalu rindu akan masa-masa kebersamaan denganNya. Agar akal
kita bisa membaca hidayahNya. Agar hati kita tunduk,
patuh, dan tenang karena Allah semata. Amin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar