Selasa, 16 Juli 2013

Wah, Surga Lagi Diskon...!!!


Alhamdulillah, ramadhan sudah kita nikmati lebih dari sepekan. Bagaimana perasaanmu, saudaraku? Puaskah dalam amalan-amalan harian? Atau masih ada yang kurang maksimal? Beberapa hari yang lalu, seorang teman bertanya padaku. Mana yang lebih utama, tadabbur Al Qur’an atau mengkhatamkan Al Qur’an? Temanku itu bingung. Pasalnya, dia mendengar kajian dari radio Raja’ - salah satu siaran radio Islam – bahwa tadabbur dan muroja’ah Al Qur’an itu lebih baik dibandingkan khatam Al Qur’an. Karena khatam biasanya lebih kepada target pencapaian bukan pada pemahaman. Apa gunanya khatam berkali-kali tapi maknanya tak ada yang tinggal di hati?
Sebenarnya, aku setuju sekali dengan pendapat itu. Hanya saja, menurutku nih ya, ini kan Ramadhan, jadi kalau memang bisa mengupayakan dua-duanya kenapa tidak? Sulit? Berat? Benar sih, tapi ini kan kesempatan yang datangnya sekali setahun, so kudu rela kerja ekstra! Tidak boleh sama dengan bulan-bulan sebelumnya. Bulan ini kan gudangnya pahala? Ingat? Nah, jadi kita memang harus berkorban lebih banyak! Bangunlah lebih pagi. Kurangi waktu tidur dan waktu bersantai kita. Hindari mengobrol yang tak penting dengan teman. Jangan buang banyak waktu terlalu lama untuk mengunyah makanan di waktu sahur ataupun berbuka. Dan satu lagi, tahan diri untuk tidak menghabiskan waktu di depan televisi. Televisi itu lebih banyak melenakan. So, pastikan semua waktu berbuah pahala! Termasuk tidur kita! Hebat bukan? Beginilah para salafusshalih dalam menyiasati Ramadhan. Tidakkah hati kita tergerak meneladani?
Saudaraku, tak ada yang menjadi hujjah kita untuk bermain-main dalam Ramadhan. Bukankah syaithon sudah dibelenggu? Bukankah orang-orang sekeliling kita juga sibuk beramal? Lantas apa lagi yang membuat kita bermalas-malasan? Menurutku, hanya ada satu jawaban untuk pertanyaan itu yaitu nafsu kita sendiri. Ya, selama ini kita mungkin terlalu memperturutkan hawa nafsu. Akhirnya, nafsu menjadi sulit diatur. Bahkan ketika kita menginginkan ketaatan itu sendiri, jiwa kita malah tidak mau diajak bekerjasama. Senjata makan tuan. Kita pun bertarung dengan diri sendiri.
          Tapi bagaimanapun, jangan menyerah saudaraku! Ajaklah jiwa kita bicara. Tanyakan padanya, apakah rela jika saat ini setiap orang sudah mengayunkan langkah ke surga, sedangkan kita tak kemana-mana? Apakah rela jika yang lain nantinya mendapat gelar kemenangan dari Allah SWT sedangkan kita berakhir dengan tangan hampa? Ayo, bernegoisasilah dengannya... Bujuk dia untuk bersabar dalam ketaatan kita. Namun, jika sang nafsu malah meminta bantuan akal untuk mencari-cari alasan pembenaran, maka tak ada jalan lain. Paksa dia. Seret jiwa kita masuk dalam altar ketaatan. Lalu teriakkan padanya, ”Hai nafsu, enyahlah, sungguh aku tak akan rela menyia-nyiakan Ramadhanku!”
          Oh ya, aku punya sebuah info menarik nih. Tahukah bahwa saat ini kita sedang berada dalam ajang diskon surga besar-besaran? Hmmm, anda pasti suka diskon, bukan? Nah, di bulan ini, harga surga sangat terjangkau! Kok bisa? Ya, bukankah Allah SWT melipatgandakan pahala setiap amalan kita di bulan yang mulia ini? Tentunya daya beli kita juga semakin meningkat!, dong So, buruan tukar amal-amal kita dengan pahala. Biar kita bisa beli surga! Hehehe.. Harap diingat, diskon ini hanya berlaku di bulan Ramadhan saja lho...!!!
          So, mari berlomba meraup keuntungan yang sebesar-besarnya di bulan Ramadhan ini. Mudah-mudahan kita diberikan kemudahan dalam melakukan amal-amal ketaatan padaNya. Hingga kita pun menjadi hamba yang layak diberi surgaNya. ”Sungguh orang-orang  yang berbakti benar-benar berada dalam (surga yang penuh) kenikmatan” (QS. Al Mutaffifin : 22). Aamiin. Aamiin. Aamiin ya Rabb... Nah, sudah siap untuk berlomba saudaraku? Kita akan buktikan siapa di antara kita yang bisa meraup keuntungan yang lebih banyak, aku atau kamu? Baiklah, mari kita mulai....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar